Bidanku.com

Bidanku.com

Link to Bidanku.com

Ciptakan Keluarga Lebih Rukun, Berikut Cara Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Beradik

Posted: 18 Sep 2015 12:11 AM PDT

Ada begitu banyak perasan yang terdapat dalam diri manusia, salah satunya adalah perasaan cemburu.

Kecemburuan ini bisa muncul dalam beberapa kasus, seperti salah satunya adalah kecemburuan yang muncul dalam sebuah hubungan. Rasa cemburu yang terjadi dalam hubungan keluarga dapat muncul karena timbulnya perasaan bahwa orang tersebut merasa tidak cukup dengan apa yang ia dapatkan dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh saudaranya, seperti cemburu akan kasih sayang, perhatian dan bahkan cinta dari keluarganya. Perasaan cemburu bukan hanya dirasakan oleh orang dewasa, hal serupa juga bisa dirasakan anak-anak dalam keluarga seperti kakak beradik.

Perasaan cemburu yang tidak terselesaikan pada anak-anak yang masih kecil dikhawatirkan hal in akan berdampak saat merkea tumbuh dewasa kelak. Dampak yang ditimbulkan dari perasaan cemburu ini bukan haya akan tertuju pada adik dan kakak saja, namun juga kelak ketika mereka dewasa, perasaan yang lebih mendalam akan meluas pada keluarga besar dan masyarakat.

menghidnari cemburu kaka beradik

Perasaan cemburu tentu bukanlah sebuah perasaan yang baik, ketika seseorang merasakan cemburu dalam dirinya, maka  kemungkinan kehilangan sesuatu yang kita rasa adalah milik kita karena diambil oleh orang lain akan semakin besar. Pada akhirnya perasaan ini seolah akan terus menerus menghantui kita untuk bisa mendapatkan dan meraih apa yang seharusnya kita rasa menjadi milik kita.

Selain itu, dari munculnya perasaan cemburu dalam diri seseorang, maka orang tersebut cenderung akan memiliki perasaan curiga pada setiap hal, terutama orang yang mereka curigai. Nah, ketika hal ini terjadi pada anak-anak dalam rumah tangga, terutama kakak beradik, bukan tidak mungkin pertengkaran dalam rumah tangga akan terus-terusan terjadi.

Jangankan untuk melihat si buah hati bisa kompak dan sejalan, yang ada malah perselisihan dan pertengkaran yang tak akan bisa dihindari. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi dan menimpa si buah hati bukan? Untuk itulah, dibutuhkan peran orangtua untuk dapat menjadi penengah dalam perselisihan anak-anaknya.

Nah, kali ini kami akan berikan tips bagaimana mengatasi kecemburuan kakak beradik dalam rumah tangga. Namun sebelumnya kita telusuri lebih dalam apa sih penyebab rasa cemburu dalam keluarga terutama pada kakak beradik?

Penyebab Rasa Cemburu Dalam Keluarga

Kecemburuan yang timbul dari seseorang tentunya tidak muncul secara tiba-tiba dan tanpa alasan, selalu ada hal yang melatar belakangi seseorang untuk merasakan perasaan cemburu, begitu pula yang terjadi pada si kakak dan si adik. Umumnya, perasaan cemburu pada kakak beradik banyak dipicu karena warisan/teladan, diajarkan dari keluarga, merasa tidak puas dengan apa yang telah dimiliki, tidak adanya perasaan bangga pada kondisinya saat itu dan lain sebagainya.

Nah, jika kecemburuan ini dirasakan pada anak-anak dan lantas perkara serupa tidak pernah terselesaikan, maka perasaan ini akan terbawa hingga si anak dewasa dan hal yang paling dikhawatirkan dalam hal ini adalah perasaan tersebut akan diturunkannya pada generasi selanjutnya. Ketika hal ini terjadi, maka yang pada akhirnya terjadi adalah pertikaian keluarga yang tidak akan pernah ada habisnya. Selain itu, perasaan cemburu juga bisa dipicu karena adanya perasaan hak yang dilanggar. Kecemburuan ini biasanya melibatkan perasaan memiliki dan orang yang merasa haknya dilanggar atau tidak diberikan akan merasakan kecemburuan yang besar kepala orang-orang yang dianggap mengambil atau merebut haknya tersebut.

Perasaan cemburu yang timbul pada kakak beradik juga bisa disebabkan karena adanya unsur dalam kehidupan seorang anak. Dalam hal ini ada orangtua yang memberikan sesuatu secara sembunyi-sembunyi kepada salah satu anak  agar anak lain tak mengetahuinya. Perilaku yang dilakukan orangtua ini mungkin beralasan, akan tetapi ketika satu anak mengetahui, maka tentu saja akan timbul rasa cemburu yang besar.

Nah, perasaan cemburu rupanya dapat dipicu oleh beberapa hal diatas. Jika perasaan cemburu dirasakan oleh seseorang maka akan ada dampak yang akan terjadi, seperti apa sajakah dampak tersebut? Kita simak dibawah ini.

Dampak dan Reaksi Cemburu dalam Keluarga

  • Putusnya tali persaudaraan
  • Perasaan curiga. Kakak beradik yang cemburu satu sama lain akan cenderung menimbulkan perasaan baru dalam dirinya yakni perasaan curiga.
  • Memicu kemarahan satu sama lain. Perasaan cemburu yang dirasakan kakak dan adik akan memicu perasaan kesal dan amarah yang meledak, maka tidak heran jika pertengkaran akan mungkin mereka hadapi.
  • Berpikiran negatif dan berbohong. Kecemburuan yang dirasakan pada kakak beradi akan membuat mereka saling berpikiran tidak baik dan kebohongan tidak akan bisa dihindari

Lantas, bagaimana mengatasi perasaan cemburu pada kakak beradik dalam keluarga?

Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Beradik

1. Bangun Rasa Percaya Diri

Perasaan cemburu merupakan hasil dari ketidak percayaan akan kemampuan dalam diri si anak. Terkadang perasaan ini terpendam jauh dalam lubuh hati anak-anak dan ketakutan bahwa merekan akan ditinggalkan, atau membuat perasaan cinta orangtua tak lagi bisa mereka dapatkan. Hal ini disebabkan karena anak-anak merasa mereka tak cukup baik untuk orangtuanya tak seperti perlakuan orangtua pada salah satu saudara mereka.

Untuk itulah, sebagai orangtua yang baik, untuk menghidnari kecemburuan pada anak-anak adalah dengan membangun rasa percaya diri dalam diri anak-anak. Berikan pemahan pada mereka bahwa kasih sayang anda akan dapat diberikan dengan sama. Tak ada anak kesayangan dan anak yang diasingkan, semuanya sama.

Selain itu, berhentilah membanding-bandingkan anak anda untuk menghindari rasa percaya diri pada anak-anak menjadi padam.

2. Bangun Kepercayaan Pada Diri Anak-Anak

Kecemburuan yang timbul dalam diri seseorang bisa diindikasikan bahwa kepercayaan mereka pada seseorang yang mereka andalkan sudah lagi tak sekuat dulu. Begitupun yang dirasakan oleh anak-anak, ketika rasa cemburu mereka timbul, anak-anak mengasumsikan bahwa anda tak lagi menyayanginya dan rasa percaya dalam diri mereka terhadap orangtua sudah runtuh.

Nah, untuk mengatasi hal ini, maka orangtua harus mampu mengembalikan kepercayaan anak-anak dan bangun kembali agar mereka bisa menjadikan anda sebagai tumpuannya. Ketika rasa percayanya pada orangtua kembali, maka segala hal yang mereka alami dan hambatan yang mereka alami tidak akan mampu menggoyahkan kepercayaan mereka dan membuat mereka cemburu. Sebaliknya, dengan tumbuhnya rasa percaya akan membuat mereka tetap teguh pada kasih sayang orangtuanya.

3. Bangun Rasa Bangga Pada Apapun Status Anak dalam Keluarga

Seringkali si kakak merasa cemburu pada adik karena kasih sayang yang ibu berikan cenderung lebih banyak diberikan kepada si adik. Hal inilah yang pada akhirnya membuat si kakak kesal menyandang statusnya dalam keluarga. Hal ini bukan tidak mungkin membuat mereka menyesal memiliki adik.

Untuk itulah, buat mereka bangga dengan apapun status mereka dalam keluarga. Seperti dalam hal ini, buat si kakak memahami bahwa statusnya sebagai kakak adalah peran yang penting. Tanggung jawab yang besar ada dipundak mereka dan membuat mereka memiliki peranan yang penting untuk menjaga dan melindungin adiknya.

Membangun rasa percaya diri dalam diri anak-anak adalah cara yang baik untuk mengatasi rasa cemburu pada anak-anak. Sebab kecemburuan umumnya timbul karena anak-anak seringkali merasa dirinya tak cukup. Untuk itu, beberapa cara diatas diharapkan mampu menambah ilmu dan wawasan serta memudahkan bunda mengatasi kecemburuan pada si kecil.

Agar Tidak Stres Atasi Tantrum Si Kecil yang Meledak-Ledak

Posted: 18 Sep 2015 12:06 AM PDT

Banyak orangtua yang mengeluhkan betapa susah dan sulitnya mengasuh anak dimasa saat ini.

Apalagi pola pikir orangtua saat ini sudah mengalami perkembangan yang lebih pesat, dimana mereka tidak hanya menginginkan anak-anak yang pintar, namun juga mengharapakan buah hati mereka memiliki perilaku yang terpuji dan akhlak yang baik.

Hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik anak, bukan hanya terpaku pada sikap anak yang lebih berani dan "agak" sulit untuk diatur. Namun juga, tantangan globalisasi budaya, informasi dan tekhnologi yang turut andil dalam mewarnai sikap anak-anak, membuat orangtua semakin kelawahan dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya. Ibaratkan, membangun sebuah istana pasir di dekat pantai, sapuan ombak yang besar seringkali tak terhindarkan yang pada akhirnya membuat bangunan yang telah dengan susah payah kita buat, ambruk dan hancur tak tersisa. Keadaan inilah yang pada akhirnya membuat stres pada orangtua tak lagi dapat dibendung.

agar tak stres hadapi tantrum anak

Repot, kelelahan dan kesulitan adalah beberapa hal yang seringkali dikeluhkan para orangtua, terutama dalam hal ini adalah ibu yang sudah merasa jenuh dengan kenakalan anak-anaknya. Hal ini akan semakin membuat stres yang dirasakan orang tua menjadi memburuk, tatkala anak-anak cenderung berbuat semaunya. Tidak mau diatur, sulit didisiplinkan, rewel, tidak mau makan dan malah akan mengamuk sewaktu diberikan nasihat atau diperingati. Akibatnya orangtua akan dibuat pusing, jengkel dan stres tak lagi bisa dihindarkan.

Stres merupakan reaksi tubuh yang dialami oleh seseorang akibat berbagai persoalan yang dihadapinya. Masalah anak-anak merupakan salah satu persoalan yang dapat menimbulkan stres. Gejala-gejala ini umumnya mencakup, mental, fisik dan sosial. Ciri-ciri yang bisa dinampakan pada orang yang menderita stres adalah sakit kepala, nafsu makan berkurang, sulit tidur atau malah waktu tidur yang berlebihan. Dampak dari stres yang dialami oleh seseorang tentunya tidak boleh disepelekan. Sebab banyak penelitian menunjukan bahwa dampak dari stres yang dialami bisa mempengaruhi daya tahan tubuh dan beresiko terhadap berbagai serangan penyakit. Untuk itulah, perlu kedasadaran setiap orang untuk memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan tubuh, baik secara disik maupun psikis.

Nah, ketika orangtua atau dalam hal ini adalah ibu yang seringkali mendapatkan tekanan dari amukan anak-anak yang sulit diatur. Maka penting sekali untuk ibu bisa mengatasi stres yang dialami. Hal ini tentu saja, semata-mata demi kebaikan ibu dan kesehatan tubuh. Ketika jiwa dan tubuh kita fit, maka kegiatan mengasuh si kecil akan bisa lebih menyenangkan. Lantas seperti apa sih tips yang bisa diterapkan agar tantrum dan kemarahan pada anak bisa diredam sehingga orangtua bisa terbebas dari stres? Kita simak berikut ini.

1. Kenali Potensi Anak

Tuhan menciptakan setiap manusia dengan segala potensi, termasuk pada anak. Dimana didalamnya Tuhan memberikan potensi berupa kebutuhan jasmani dan rohani serta naluri dalam diri seseorang. Pada masa anak-anak, beberapa potensi ini masih akan terus tumbuh dan berkembang. Disinilah pengarah dan bimbingan dari orangtua akan sanagt mereka butuhkan.

Ketidak mampuan orangtua dalam mengenali potensi anak adalah hal yang seringkali menimbulkan masalah. Sebab sejatinya, permasalah manusia, termasuk masalah anak-anak hanya berkisar tentang pemenuhan kebutuhan naluri dan jasmani.

Sebelum anak beranjak dewasa, terkadang mereka akan kesulitan untuk dapat menyelesaikan masalah dan problema dalam kehidupannya. Untuk itulah, ibu dituntut untuk bisa mengenal potensi dan membantu anak-anak membimbing dan mengarahkan mereka pada jalan yang benar. Ketika kebutuhan jasmani dan naluri pada anak terpenuhi, maka tidak akan ada masalah yang timbul dan kemarahan anak pun bisa dihindari.

2. Miliki Rutinitas

Anak-anak membutuhkan rutinitas yang bisa berjalan sekonsisten mungkin dalam setiap harinya. Akan tetapi, ini bukan berarti bahwa mereka harus mendapatkan jadwal yang serupa yang kaku dan mengikat sehingga membatasi ruang gerak dan kebebasan si kecil untuk bereksplorasi. Untuk itu, cobalah untuk dapat mengatur, jam tidur siang, jam bermain dan jam makan si kecil. Tantrum pada anak akan dapt meningkat atau timbuk ketika ia merasa bertindak diluar kendali, sehingga memiliki rutinitas dapat membaut perbedaan yang signifikan untuk anak-anak.

3. Dapatkan Waktu Istirahat yang Cukup Untuk Anak-Anak

Ketika ibu mendapati anak-anak mudah meledak dan tantrumnya seringkali tak bisa dikendalikan. Bisa mungkin hal ini dipicu karena mereka mengalami gangguan pada jam istirahatnya. Dalam hal ini maksudnya adalah tidur.

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak yang mendapatkan waktu tidur yang kurang akan cenderung membuat si anak rewel. Rewel inilah yang akan menyebar dan membuat hari-hari yang mereka jalani terpengaruhi oleh mood yang buruk. Yang pada akhirnya, hal inilah yang membuat frekuensi peningkatan tantrum pada anak-anak menjadi lebih besar.

Untuk itulah, pastikan anak-anak mendapatkan waktu tidur yang cukup terutama dimalam hari. Jangan biarkan anak-anak tidur diwaktu yang terlalu larut. Selain itu, jangan pernah sepelekan manfaat tidur siang. Selain akan membuat anak-anak menjadi lebih fit, tidur siang akan membatasi wakt bermainnya disiang hari agar mereka tidak terlalu aktif.

4. Jangan Biarkan Anak-Anak Kelaparan

Sama halnya seperti tidur, kelaparan yang dialami oleh anak-anak akan membuat tantrumnya meledak. Hal ini dikarenakan anak-anak belum memiliki kemampuan untuk dapat menyampaikan keinginannya dengan baik. Untuk itulah, pastikan jika anda memenuhi jam makan anak-anak. Selain itu, pastikan menyediakan camilan diantara waktu makannya. Pilihlah camilan yang sehat dan hindari makanan ringan yang bertinggi kalori dan terlalu banyak mengandung gula, garam dan perasa yang mana hal ini akan memicu peningkatan tantrum pada anak.

5. Ajarkan Anak Untuk Mengelola Emosinya

Banyak amukan yang terjadi karena anak-anak frustasi. Selain itu, usia anak yang masih begitu kecil membuat mereka belum memiliki kemampuan mengendalikan frustasi dan kekesalan yang dimiliknya. Sehingga hal ini akan membuat mereka tak karuan yang pada akhirnya membuat tantrum pada anak meledak. Untuk itu, bantu anak mengindentifikasi perasaannya dengan cara yang lebih tepat. Selain itu, ajarkan mereka untuk dapat menyampaikan maksud hati dan keinginannya dengan baik.

Berikan pemahaman bahwa jika anak meminta dengan baik-baik, maka anda akan dapat mempertimbangkan keinginannya tersebut. Lakukan hal ini dengan menunjukan empati pada anak dan gunakan cara yang menyenangka bagaimana anak belajar untuk mengendalikan emosinya.

Tantrum yang meledak pada anak seringkali membuat orangtua panik dan kewalahan untuk menenangkannya. Apalagi ketika tantrum ini terjadi ditempat umum. Seringkali orangtua kesulitan untuk meredakannya dan pada akhirnya stres dan frustasi menjadi hal yang tak lagi bisa dihindari. Untuk itulah, beberapa cara meredakan frekuensi tantrum pada anak diharapkan mampu meredakan dan menghindari stres yang mungkin anda rasakan sewaktu menghadapi anak-anak.

Semoga tips diatas bisa bermanfaat dan bisa membantu ibu dalam menjaga dan mendidik si kecil agar mereka bisa mengendalikan emosinya. Dengan begini kegiatan mengasuh si kecil akan menjadi hal yang lebih menyenangkan. 

Title : Bidanku.com
Description : Bidanku.com Ciptakan Keluarga Lebih Rukun, Berikut Cara Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Beradik ...

0 Response to "Bidanku.com"

Posting Komentar