Bidanku.com

Bidanku.com

Link to Bidanku.com

Cegah Anak Cedera di Rumah dengan Perhatikan Beberapa Barang Berikut Ini

Posted: 22 Oct 2015 11:22 PM PDT

Kegiatan mengasuh dan bermain bersama dengan balita memang menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Apalagi saat balita anda sudah mulai bisa berjalan, merangkak atau bahkan kini sudah mulai bisa berlarian kesana-kemari. Rasanya, rasa senang dari kejutan-kejutan baru yang diberikan oleh si kecil akan membuat kita orangtuanya semakin bangga dengan buah hati kita.

Akan tetapi, jangan sampai kegiatan menyenangkan ini berubah menjadi bencana ketika si kecil menjangkau beberapa perabotan atau properti yang berbahaya dirumah anda. Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk melakukan kegiatan mengasuh bayi, berubah menjadi mimpi buruk saat anda tak teliti menaruh beberapa peralatan rumah tangga yang akan beresiko untuk si buah hati.

Nah, jika sebelumnya kita sudah pernah membahas beberapa tempat dan sudut dirumah yang bisa berbahaya untuk si kecil di artikel "Daerah-Daerah Berbahaya" Di Rumah Bagi Balita, kali ini kita akan bahas beberapa peralatan yang bisa berbahaya untuk si kecil ketika mereka di rumah.

cegah anak cedera dirumah

Ya, pada dasarnya sikap anak-anak balita memang aktif. Apalagi saat kemampuan belajarnya yang baru seperti berlari, berjalan, merangkak baru saja mereka dapatkan. Untuk dapat melatih kemampuan baru tersebut, maka tak heran jika anak balita akan sangat aktif dengan pergi kesana-kemari dengan begitu riang. Selain itu, anak-anak umumnya belum paham betul mana derah yang berbahaya yang tidak boleh mereka dekati dan mana yang tempat yang bisa mereka eksplor dengan baik.

Disamping itu, rasa ingin tahu pada si anak pun begitu besar, sehingga tidak heran jika semua hal yang ada didekat mereka yang bisa mereka jangkau akan mereka raihnya dengan mudah. Tidak jadi masalah memang, jika peralatan tersebut adalah properti yang aman, namun bagaimana jika perabotan tersebut adalah peralatan yang berbahaya? Hal ini tentu saja akan beresiko untuk balita anda bukan? Untuk itulah, sebagai orangtua anda dituntut untuk lebih teliti pada semua peralatan dan perabotan yang anda letakan dirumah.

Anak balita bisa begitu aktif di usianya. Gerakannya akan betul-betul lincah dan begitu cepat. Masalahnya, hampir setiap waktu ia bisa jatuh dan terkadang saat jatuh ini sesuatu bisa mengenai kepalanya. Meski sudah berusaha dengan begitu keras untuk membuat rumah seaman mungkin, akan tetapi ada saja hal yang membuatnya terjatuh. Namun tak memungkinkan juga untuk anda terus memegangi si kecil dan menggendongnya setiap saat bukan? Salah-salah si kecil malah tidak akan bisa untuk mengeksplorasi lingkungannya yang pada kahirnya hal ini bisa membuatnya menjadi tidak mandiri.

Nah, kendati sulit mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan dapat membuat anak berada dalam bahaya, maka penting sekali bagi orangtua untuk berada satu langkah di depan si anak. Artinya, orangtua harus bisa jeli dan teliti mengamati hal apa sajakah yang akan mengundang bahaya atau memberikan resiko pada buah hati anda. Untuk itulah, beberapa barang-barang dibawah ini sebaiknya anda perhatikan agar keselamatan si kecil tidak dipertaruhkan. Apa sajakah, beberapa barang-barang yang bisa membahayakan keselematan si bauh hati saat mereka berada dirumah? Yuk, kita simak dibawah ini.

1. Karpet atau Keset

Meski terlihat sebagai benda yang sepele dan tidak akan membahayakan keselamatan siapapun, termasuk buah hati anda. Namun jangan salah, bentuknya yang tidak rata dengan permukaan lantai akan mungkin membuat si anak tersandung atau bahkan terpeleset. Dampak yang ditimbulkan pada si kecil bisa saja membuat mereka mengalami lecet, terluka atau bahkan dikondisi yang terparah adalah membuat tulangnya patah. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tulang dan persedian si kecil masih begitu rapuh, sedikit benturan saja, maka fatal akibatnya. Untuk itu, jelilah dalam merawat dan menjaga buah hati anda. Pilihlah karpet atau keset yang memiliki bagian anti-slip agar keselamatan anak-anak bisa lebih terjamin.

2. Jendela atau Tirai

Adalah sifat yang umum pada anak-anak jika ketika mereka menemukan hal yang baru yang dianggapnya menarik, anak-anak akan langsung mendekati sumber tersebut dan memainkannya. Termasuk memainkan tirai atau bahkan memajat jendela. Hal-hal seperti ini tentu saja akan membahayakan, apalagi mengingat jendela dan tirai jangkauannya bisa sangat tinggi. Selain itu, anak-anak akan cenderung melakukan segala hal untuk bisa melakukan sesuatu hal.

Bayangkan ketika anak ingin menggapai tirai atau memanjat jendela yang tinggi, lalu mereka memaksakan diri hingga naik ke jendela, sementara anda tidak anda disamping mereka, maka apa yang terjadi? Tepat sekali, bencanalah yang akan anda dapatkan. Untuk itulah, pastikan jika anda tidak menempatkan kursi dipepetkan pada jendela atau mungkin memasang tirai yang menjuntai hingga ke lantai yang akan membuat anak tertarik untuk bermain peralatan ini.

3. Meja Kaca

Ketika balita anda sudah mulai dapat berjalan atau merangkak, biasanya mereka akan lebih sering terantuk ke meja kaca. Jika orangtua tidak berahti-hati, maka hal ini tentu saja akan membahayakan buah hati anda. Untuk itulah, tidak ada salahnya melapisi bagian ujung meja dengan menggunakan busa pelindung atau sesuatu yang tumpul yang akan tidak akan membuat si anak terluka saat mendekati sumber peralatan ini.

4. Bathtub dan Shower Mandi 

Kegiatan mandi untuk si kecil bisa sangat berbahaya bila dilakukan dengan tidak hati-hati. Apalagi jika di kamar mandi anda menggunakan fasilitas bathtub untuk mandi. Ketahui, karakter dari banthtub jika bersentuhan dengan air dan sabun akan bisa sangat licin. Jika anda tidak berhati-hati, si kecil bisa saja tergelincir atau terggelam atau mungkin kepala dan tubuhnya tersentak ke bathtub.

Bukan hanya itu, perhatikan pula jika anda menggunakan shower panas dan dingin. Jangan sampai, tanpa sepengetahuan anda si kecil memainkan air keran dan mengeluarkan air panas dari dalamnya. Untuk mencegah hal ini, anda bisa memasang regulator pengatur air panas agar anak tidak cedera karena air panas yang digunakan.

5. Lemari Laci

Si kecil yang begitu aktif dengan berlarian kesana kemari akan dapat membahayakan keselamatannya jika anda tak berhati-hati. Apalagi jika di rumah terdapat lemari laci yang bisa ditutup dan dibuka dengan mudah. Ketika si kecil bermain dengan lemari ini bisa jadi mereka terjepit atau bahkan rel dari laci yang jangkauannya tinggi bisa jadi mengenai kepala si kecil. Untuk itu, pastikan jika anda selalu mengunci lemari laci saat setelah digunakan. Hal ini tentu saja untuk menghindari dimainkan oleh si buah hati dan menghindari ceder yang mungkin dialaminya.

6. Pintu Garasi Elektronik

Kontruksi rumah-rumah modern saat ini memungkinkan pemiliknya memiliki pintu garasi eletronik yang bekerja secara otomatis. Berbeda dengan jaman dulu, ketika anda akan menutup atau membuka pintu garasi akan terdengar bunyi yang keras dan diperlukan usaha keras untuk melakukannya. Dengan menggunakan pintu garasi elektronik, anda hanya perlu menekan tombol dan dengan mudah pintu akan terbuka dan tertutup dengan otomatis.

Memang mudah dan lebih praktis menggunakan fasilitas ini. Akan tetapi, jika anda tidak berhati-hati. Alat yang satu ini bisa sangat berbahaya untuk si buah hati. Balita anda yang baru bisa merangkak atau belajar berjalan dan mendekati alat ini kemudian menjangkau tombol yang bisa mengontrol pintu, maka bukan tidak mungkin si kecil akan terjepit dan cedera.

Untuk itulah, sebaiknya buat tuas atau tombol pengontrol pintu ini dengan jangkauan yang tinggi agar sebisa mungkin tidak bisa dicapai oleh si buah hati.

Mengasuh buah hati dirumah adalah kegiatan yang menyenangkan. Akan tetapi, terkadang ada saja beberapa barang dan property yang bisa membahayakan si buah hati. Untuk itulah, mencegah dan memperhatikan segala kemungkinan buruk adalah awal yang baik untuk menghindari resiko yang bisa terjadi pada si buah hati.

Ketahui Dampak Buruk Sering Marahi Anak di Depan Umum

Posted: 22 Oct 2015 11:22 PM PDT

Diberkahi dengan buah hati dalam keluarga kecil yang kita miliki adalah anugerah besar yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita.

Apalagi, jika keinginan ini sudah kita nantikan sejak dulu, namun baru saat ini Tuhan mendengar doa kita dan mengabulkan mimpi kita menimang buah cinta kita bersama dengan pasangan.

Ketika si anak baru lahir, melihat lugu wajahnya, polos matanya dan mungil tubuhnya, membuat kita begitu terpukau dan tersentuh sehingga rasa cinta kita kepada si buah hati teramat sangat besar. Berlanjut ke masa dimana si buah hati sudah bisa berjalan dan baru bisa melapalkan beberapa kosakata, rasa senang kita tak terbendung dan mengharapkan si anak segera besar agar kemampuannya semakin terasah dan tergali. Kemudian, si anak sudah mulai bisa berlarian kesana-kemari, ia pun kini sudah mulai bisa mengungkapkan rasa senang, sedih, kecewa bahkan kekesalannya terhadap kita. Salah sedikit saja, orangtua akan langsung dihadapkan pada kekesalan anak.

ketahui dampak buruk marahi anak depan umum

Perilaku yang ditunjukan oleh si buah hati pun beragam. Ada anak yang menunjukan kekesalannya dengan ngambek kecil dan adapula anak lain yang menunjukan sikap ini dengan amarah dan tangisan keras yang akan membuat bunda kewalahan menghadapi sikapnya ini. Alhasil, bunda akan dibuat pusing dan merindukan akan si buah hati ketika masih kecil dimana ia akan menurut dan tidak melakukan pemberontakan apapun pada sikap yang bunda berikan. Bahkan kini, rasanya si kecil yang dulunya lugu telah berubah menjadi begitu nakal dan tak terkendali.

Tak jarang si kecil bisa berlarian kesana-kemari, berteriak, mengamuk atau bahkan menjahili anak-anak lainnya. Tak tanggung pula, aksinya ini mereka lakukan tanpa mengenal tempat dan waktu. Kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, saat perilaku bandelnya "kambuh", ia akan membuat masalah dan onar.

Nah, jika sudah begini apa mau dikata, tak jarang bunda pun akan dibuat malu, kesal dan merasa tak enak hati dengan orangtua temannya si anak yang dijahili. Alhasil, bunda akan cenderung dengan spontan memarahi si buah hati saat itu juga. Tak peduli berada di tempat umum, maupun dihadapan teman-temannya, amarah yang membendung dalam benak bunda akan bunda luapkan dalam waktu itu pula.

Lantas, sudah tepatkah sikap kita yang demikian? Apakah dengan begini si anak akan menurut? Tergantung.

Pribadi setiap anak berbeda-beda, ada anak yang akan langsung terdiam dan menyadari kesalahannya ketika dimarahi oleh orangtuanya dihadapan umum. Namun, adapula sebagian diantara anak-anak yang justru malah akan merasa kesal dan benci pada perilaku orangtuanya. Alhasil bukan menyelesaikan masalah, hal ini malah akan semakin membuat si anak melakukan tindakan tersebut dengan lebih parah lagi.

Selain itu, memaharahi anak didepan umum dengan melontarkan kata-kata kasar atau bahkan ancaman pada si anak saat teman-teman lainnya menyaksikan, akan berpengaruh buruk untuk perkembangan mental dan kejiwaannya. Untuk itulah, seberapa kesal dan besarnya amarah kita terhadap si buah hati sebaiknya hindari meluapkan amarah seketika dihari dan tempat yang bersamaan padanya.

Nah, berikut ini ada beberapa dampak buruk yang akan dialami oleh si kecil ketika anda memarahinya di depan umum. Yuk, kita langsung simak beberap halnya berikut ini.

1. Perasaan Minder Pada Diri Si Anak

Ketika anda mendapati si anak berulah dihadapan umum anda lantas melontarkan kata-kata kasar dan melakukan tindakan fisik pada si anak dengan menjewer atau memukulnya, tentu saja ini akan berdampak buruk untuk psikologis si anak. Meski masih berusia sangat kecil, akan tetapi sama halnya seperti orang dewasa anak-anak sudah memiliki rasa malu jika semua orang-orang yang ada disekitarnya tiba-tiba menatapnya saat mereka dimarahi oleh ibu atau ayahnya dimuka umum.

Apalagi untuk anak diusia yang sudah lebih besar, tentunya bukan hanya rasa malu yang akan mereka hadapi, namun juga kekesalan akibat amarah orangtua. Hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi rasa percaya diri si anak di kemudian hari, dan juga bukan tidak mungkin hal ini akan dapat mempengaruhi rasa hormat si anak kepada orangtua.

Tentunya tidak ada anak yang suka dimarahi dan dipojokan. Jangankan dihadapan umum, tanpa ada oranglain saja anak-anak tidak akan suka dimarahi oleh orangtuanya.

Lagipula, pada umumnya kebanyakan orangtua yang melakukan hal ini pada anak-anak mereka dihadapan umum, bukan dilatar belakangi dengan tujuan agar anak bisa lebih disiplin. Akan tetapi, lebih kepada perasaan malu yang dirasakan oleh orangtua atas orangtua anak lainnya. Ketika anak-anaknya melakukan kesalahan, kebanyak orangtua takut bila dicap sebagai orangtua yang tidak bisa mendidik anak-anaknya.

2. Hilangnya Rasa Hormat Pada Orangtua

Menyambung poin yang diatas, tindakan orangtua yang begitu ekstrim dengan terburu memutuskan untuk memarahi anak-anaknya dihadapan umum akan membuat si anak melahirkan kekesalan dan kebenciannya terhadap orangtua. Hal ini tentu saja, dipengaruhi karena rasa malu pada diri anak yang dikarenakan oleh sikap orangtuanya. Jika anda menganggap hal ini akan dapat mendisiplinkan semua anak, anda keliru. Ingatlah, pribadi dan karakter setiap anak berbeda-beda.

3. Ketakutan Si Anak Untuk Bersosialisasi

Ketika anda melontarkan amarah dan mungkin saja anda secara tak sadar mengungkapkan "Dasar kamu bodoh!". Apa efek yang akan dirasakan si anak dari kemarahan anda tersebut? Betul, si anak akan merasa yakin bahwa dirinya adalah orang yang benar-benar bodoh.

Perhatikan setiap perkataan anda. Memberikan label "bodoh" pada si anak tidak sama sekali mendisiplinkan mereka dan membuat kenakalannya terhenti. Justru sebaliknya, hal ini akan membuat situasi semakin buruk.

Menghakimi anak dengan berbagai predikat tentu berdampak negatif untuk perkembangan dan pergaulan anak nantinya. Bahkan saat ia beranjak dewasa nanti, bukan tidak mungkin, anggapan bodoh ini akan terus melekat dalam diri anak, yang pada akhirnya membuat mereka menjadi kehilangan rasa percaya dirinya dan takut untuk bisa bersosialisasi dengan oranglain.

Ketika Amarah Memuncak dan Ingin Memarahi Anak, Ingat Kembali Hal ini

Anak adalah pribadi yang polos dan masih belum mengerti banyak hal. Terkadang mereka melakukan hal tersebut tanpa tahu makna sebenarnya bahwa perbuatan tersebut adalah hal yang merugikan dirinya dan oranglain. Selain itu, anak adalah anugerah besar yang Tuhan titipkan dalam kehidupan kita. Yang mana sudah seharusnya dan semestinya kita menjaga, mendidik dan melindungi buah hati kita dengan tulus.

Bayangkan dengan orangtua lain yang mungkin saat ini tengah mengerahkan segala upaya dan usahanya untuk bisa memiliki anak. Untuk anda yang sudah diberkahi dan dianugerahi dengan buah cinta adalah tugas anda untuk membesarkan mendidik dan mencintai mereka dengan tanpa syarat.

Memang terkadang perilaku anak bisa sangat menyebalkan dan membuat kita kesal. Akan tetapi dengan rasa sabar yang tinggi dan kecintaan kita terhadap si anak akan dapat mengalahkan rasa kesal kita pada mereka. Selain itu, terimalah kondisi anak apa adanya, jangan pernah bandingkan mereka dengan oranglain. Karena sebaik-baiknya anak oranglain, tetap saja yang anda miliki adalah anak anda saat ini.

Kekesalan anda terhadap perilaku anak yang mereka lakukan didepan oranglain, terkadang membuat anda kesal dan malu. Namun tidak bijak pula melimpahkan kekesalan tersebut di muka umum sebab hal tersebut akan berdampak buruk untuk perkembangan psikologis si anak. Semoga beberapa hal diatas bisa mencegah anda memarahi buah hati di hadapan oranglain.  

Marah Pada Anak Tidak Selesaikan Masalah! Ibu Bijak Tahu Cara Mengatasinya

Posted: 22 Oct 2015 11:22 PM PDT

Saat ini kita hidup di era yang serab sulit.

Yang mana, tekanan semakin besar dan terus saja bertambah dari hari ke hari. Mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan yang semakin sulit, kemacetan yang tidak ada habisnya, bos yang pelit dan masih banyak lagi. Tekanan yang besar pada diri kita seolah memancing amarah semakin besar, pada akhirnya mood dalam diri menjadi begitu tak terkendali dengan amarah yang sering kali meledak. Belum lagi saat pulang kerumah dan melakukan tugas dan kewajiban sebagai orangtua.

Perilaku anak-anak yang sulit diatur dan tak bisa dinasihati, terkadang bisa saja membuat amarah kita terpancing dan terluapkan dengan begitu saja. Ya, dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada saja hal-hal yang membuat kita sebagai orangtua dibuat stres dan frustasi. Di tengah-tengah kondisi yang memusingkan itu, muncul masalah dari si anak, mulai dari kehilangan kaus kakinya, atau mungkin teringat untuk membeli buku pelajaran yang diminta oleh si anak, sementara waktu yang dimiliki mendesak, atau mungkin juga si adik dan si kakak yang terus terjebak dalam pertengkaran sehingga akhirnya membuat amarah kita meledak.

marah pada anak tak selesaikan masalah

Nah, saat menghadapi masalah seperti ini, ketika jiwa kita sedang tenang, tentunya kita akan dapat mengendalikan amarah dan menghadapi si anak dengan lebih baik. Akan tetapi, kondisi beban pikiran yang begitu banyak, serta tekanan yang datang dari berbagai pihak membuat kita stres dan tak jarang kita pun seringkali membenarkan untuk melampiaskan amarah pada anak, terutama saat anak menjadi bagian dari sumber tekanan tersebut.

Lantas demikian, adilkah sikap kita menjadikan anak-anak sebagai sasaran empuk rasa kesal dan amarah yang kita rasakan saat mereka melakukan beberapa kesalahan yang sebenarnya tidak terlalu besar?

Walaupun perilaku si anak seringkali membuat kita begitu kesal, akan tetapi sesungguhnya bukanlah hal itu yang menjadi sumber amarah anda bisa meledak dan mencapai puncaknya. Ketika anda melihat si anak berperilaku tertentu seperti misalkan ia menykiti adiknya dan anda lantas menyimpulkan bahwa si anak nantinya akan menjadi seorang psikopat dan lantas kesimpulan tersebut membawa anda pada kesimpulan berikutnya bahwa anda telah gagal menjadi orangtua adalah hal yang tidak seharusnya anda pikirkan.

Pemikian semacam ini akan dapat memicu serangkaian emosi seperti rasa takut dan perasaan bersalah dalam diri anda, Ketika anda tak mampu menampung perasaan ini dengan baik, maka cara yang akhirnya akan dipilih adalah melampiaskan kekesalan tersebut pada anak.

Sadarilah, seluruh proses psikologis tersebut hanya memakan proses beberapa detik saja. Akan tetapi, hasil yang ditimbulkan pada amarah anda memberikan pengaruh yang besar yang akhirnya membuat anda meledak dan memaki si buah hati. Mungkin memang benar, si anak membuat anda kesal dan menguji kesabaran anda, namun pahami bukan anak penyebab munculnya respon kemarah anda.

Adapun cara mengatasi sebuah masalah adalah berasal dari apa yang sudah kita pelajari sebelumnya. Cobalah berkaca dari apa yang sudah anda alami dari orangtua anda terdahulu. Ketika anda masih kanak-kanak, orangtua anda mungkin akan melakukan hal yang sama ketika anda melakukan kesalahan dengan memaki dan memarahi anda. Akan tetapi, jelas anda rasakan bahwa hal tersebut sudah membuat anda mengalami "luka" psikologis akibat kesalahan dalam pola asuh yang diberikan oleh orantua anda saat anda masih kanak-kanak. Untuk itu, tidak bijak jika anda mengulang kesalahan yang sama terhadap buah hati anda saat ini.

Mengapa Kita Bisa Marah Terhadap Si Buah Hati?

Orangtua dengan anak memiliki hubungan yang begitu unik, dimana keduanya akan dapat saling memicu amarah bahkan karena hal-hal yang sepele. Sebagai orang dewasa, tak jarang kita akan dapat bertindak irasional saat sudah berhadapan dengan anak-anak. Dan bahkan kita pun bisa bertingkah begitu kenak-kanakan mengadapi mereka. Begitu pula sebaliknya dengan anak anda. Mungkin memang benar, buah hati anda bisa sangat menyebalkan dan begitu menguji kesabaran anda, akan tetapi sadari bahwa mereka adalah buah cinta anda yang begitu anda sayangi.

Seorang psikolog menyebutkan bahwa kondisi diatas adalah fenomena yang juga dikenal dengan sebutan "ghosts in the nusery", yaki keadaan dimana si anak bisa membangkitkan perasaan marah yang terpendam dari masa kanak-kanak orangtuanya. Dan hal ini secara tIdak sadar memBuat orangtua menujukan respon sedemikian rupa untuk "melawan" kemarahan tersebut.

Amarah dan rasa takut dari masa kanak-kanak ini sedemikian kuatnya membuat si orangtua mendapatkan tantangan tersendiri untuk bisa melupakannya. Nah, dengan memahami semua hal ini, maka akan dapat membantu orangtua untuk mengendalikan amarahnya. Dengan memahami bahwa kemarah dari orangtua bisa sangat "melukai" psikologis anak-anaknya, maka akan dapt membantu anda mengendalikan emosi anda pada mereka.

Cara Mengatasi Amarah Kepada Si Anak

1. Sadari Betul Akibat yang Akan Ditimbulkan

Ketika si anak terus membangkan dengan nasihat yang anda berikan pada mereka, maka mundurlah sejenak dari "pertarungan" yang anda hadapi bersama dengan si anak. Ambil langkah ke luar rumah atau menjauh dari si anak, tarik nafas dalam-dalam dan usahakan untuk memfokuskan diri pada bagaimana meredam amarah anda yang akan meledak.

Sadari betul dampak dan akibat yang akan ditimbulkan jika amarah anda meledak pada si kecil. Pada intinya jangan pernah terpengaruh dengan rengekan atau tangisan si buah hati yang akan membuat amarah anda semakin parah. Ingat kembali bahwa mereka adalah buah cinta anda yang sudah seharusnya anda lindungi.

Jika anda sudah merasa lebih tenang, maka barulah anda bisa kembali keluar dan bicarakan kembali bersama dengan si buah hati.

2. Temukan Alasan Amarah Anda

Ketika muncul kekesalan dan amarah dalam hati, segera ambil waktu anda untuk mencari alasan penyebab anda marah saat ini. Terkadang, saat seseorang merasa tertekan dengan pekerjaannya di tempat kerjanya, membuat mereka lebih mudah bergejolak dan pada akhirnya mereka akan melepaskan stres dan depresi yang dirasakannya pada si buah hati.

3. Minta Bantuan Oranglain

Umumnya, seseorang akan merasa lebih tertekan dan akan mudah marah saat mereka tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dalam hal ini misalkan, seorang ibu pekerja yang lelah bekerja di kantor dan belum mendapatkan istirahat sementara dirumah mereka memiliki balita berusia 3 tahun yang seringkali rewel.

Dengan demikian, untuk menghindari amarah anda meledak pada si buah hati, jangan ragu untuk meminta bantuan oranglain seperti ibu anda, adik anda atau mungkin tetangga yang memiliki waktu luang untuk mengasuh si buah hati dirumah anda. Akan tetapi, jangan pernah menitipkan buah hati anda pada anak-anak yang masih kecil. Hal ini tentu saja akan membuat keselamatan si buah hati beresiko.

4. Refreshing

Keadaan stres, beban pikiran dan tekanan adalah beberapa sumber yang akan membuat amarah mudah meledak. Saat anda terlalu sibuk bekerja di tempat kerja atau di rumah, mungkin anda butuh refreshing atau rehat sebentar. Dalam hal ini, liburan yang bisa anda dapatkan tidak usah berbentuk liburan mahal dengan mengunjungi tempat-tempat mewah. Dengan duduk rileks di tempat yang berbau alam dengan pepohonan rindang, udara yang segar akan membuat anda merasa lebih rileks dan lebih tenang sehingga amarah akan bisa diredam.

Tidak bijak tentunya saat tekanan dan stress menyerang dalam diri dan membuat kita melampiaskan kekesalan pada kesalahan kecil yang dilakukan oleh anak. Untuk itulah, beberapa hal diatas diharapkan mampu membantu anda temukan solusi mengatasi amarah anda.

Tips Mempersiapkan Hari Pertama Anak Sekolah

Posted: 22 Oct 2015 11:21 PM PDT

Saat usia anak sudah cukup untuk memasuki usia pendidikan, sudah saatnya orangtua mengirim mereka ke sekolah untuk medapatkan pendidikan dan mendapatkan bimbingan agar bakat dan kemampuan si kecil bisa dikembangkan dengan baik.

Hari pertama anak masuk sekolah adalah momen berharga yang sebagian dari anak-anak akan menjalanai momen ini dengan lancar, tanpa halangan dan berjalan baik-baik saja. Akan tetapi, tidak semua anak merasakan hal serupa dengan anak-anak lainnya. Momen hari pertama masuk ke sekolah bisa menjadi momen yang mendebarkan untuk si buah hati. Tak jarang, hal ini pun akan membuat si orangtua, khusunya ibu akan sedikit cemas dengan kondisi si anak. Hal ini mungkin wajar dirasakan oleh oragtua, pasalnya selama ini si anak pergi kemana-mana selalu ditemani oleh sang ibu dan sekarang si anak harus terspisah untuk sementara waktu karena harus belajar bersama dengan gurunya.

tips mempersiapkan hari pertama anak sekolah

Akan tetapi, kecemasan pada orangtua ini tidak bisa dibiarkan demikian saja. Diperlukan usaha untuk segera mencari solusi untuk mengatasi kecemasan sebelum anak masuk sekolah di hari pertamanya. Selain itu, perasaan cemas pada anak pun perlu ibu redakan agar anak merasa lebih siap untuk pergi ke sekolah.

Mungkin saat ini ibu sedang membayangkan bagaimana si buah hati menghadapi hari pertama di sekolahnya. Kemarin-kemarin, si anak masih terlihat bermanja-manjaan dengan ibu dan masih merengek tak ingin jauh dari anda, makan masih disuapi, masih sering digendong dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sekarang, tak terasa waktu berjalan seolah begitu cepat. Si buah hati sudah masuk sekolah dan akan disibukkan dengan kegiatan belajarnya disekolah, yang mana hal ini tentunya akan menuntutnya untuk bisa mandiri saat mereka tak bersama dengan anda. Akan tetapi, kekhawatiran yang seringkali muncul dalam benak kita adalah akankah si kecil bisa mandiri di sekolahnya?

Memang benar, tak jarang saat anak pertama kali masuk sekolah, mereka akan meminta anda untuk terus menjaga dan menunggui mereka hingga mereka pulang sekolah nanti. Si ibu harus terus stand by didepan kelasnya atau duduk termenung di kantin sekolah demi untuk menunggu buah hatinya selesai sekolah.

Hal ini tentu saja wajar, pasalnya di hari pertamanya masuk sekolah anak-anak masih merasa asing dengan lingkungan dan orang-orang baru yang mereka jumpai. Umumnya, si anak akan merasa belum memiliki keberanian sepenuh hati untuk jauh dari orangtunya. Anak juga terkadang merasa cemas saat harus memulai mengenal anak-anak lainnya atau bahkan meminta tolong guru di sekolahnya saat ia butuh bantuan, ada pula anak-anak yang merasa takut, bahkan pemalu. Sehingga hal ini akan berpengaruh pada kesiapannya menghadapi hari pertamanya masuk sekolah.

Selain itu, orangtua umumnya akan merasa tak tega jika harus membiarkan dan melepaskan anak-anaknya demikian saja. Mereka kadang berpikir takut jika sesuatu terjadi pada anaknya, takut ada anak nakal yang menyakitinya, takut si anak rewel atau kesepian dan lain sebagainya.

Padahal, tidak semua sekolah, yakni preschool yang membolehkan orangtua untuk menunggui anaknya terus-terusan. Hal ini tentunya dimaksudkan agar si anak bisa terbiasa untuk mandiri saat jauh dari orangtuanya.

Dengan demikianlah, orangtua perlu mempersiapkan anak-anaknya sebelum menghadapi hari pertamanya masuk sekolah. Agar kecemasan ibu bisa diatasi dan si anak akan merasa lebih siap dengan harinya besok. Nah, lantas apa sajakah si persiapan itu, mari kita simak beberapa hal berikut ini.

1. Latih Kemandirian Si Buah Hati

Melatih kemandirian anak sebelum mereka berangkat dan menghadapi hari pertamanya masuk sekolah adalah hal yang penting. Hal ini dikarenakan, saat anak masuk sekolah mereka akan jauh dari orangtuanya, termasuk ibunya yang setiap hari selalu bersama dengan si anak.

Tentu anak harus belajar bagaimana melakukan sesuatu tanpa bantuan dari orangtua, seperti saat hendak kencing, mengenakan sepatu, memasukan buku kedalam tas dan masih banyak lagi. Dengan demikian, pelajaran ini pun harus bisa dicontohkan pada si kecil saat mereka ada dirumah.

Ajarkan si anak untuk belajar bagaimana menggunakan toilet sendiri, mintalah mereka untuk memasukan peralatan sekolahnya dalam tas atau minta anak makan sendiri. Dengan mengajarkan anak beberapa hal ini, perlahan namun pasti ini akan tertanam menjadi kebiasaan sehingga ketika di sekolah si anak tidak akan terus-menerus bergantung pada guru dan teman-temannya.

2. Ajarkan Si Buah Hati Rasa Tanggung Jawab

Untuk mengajari anak rasa tanggung jawab sederhana saja, misalkan ketika anak bermain dengan peralatan mainannya, maka mintalah ia untuk kembali merapihkan mainannya setelah ia selesai bermain. Atau minta anak untuk kembali menutup kamar mandi setelah ia gunakan.

Dengan mengajarkan beberapa hal ini, anak akan dengan otomatis memiliki rasa tanggung jawab atas segala hal yang ia lakukan. Yang mana, hal ini penting mereka terapkan di sekolah. Ketika anak-anak bermain dengan teman-temannya, anak akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan. Dan meskipun ia melakukan hal tersebut, maka si anak akan dapat bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.

3. Kenalkan Anak Makna Sekolah

Saat anda meminta anak melakukan sesuatu, anak perlu tahu alasan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut. Dengan begini, si anak akan dapat menangkap makna dan maksud dari apa yang anda perintahkan, termasuk saat anda meminta mereka untuk bersekolah.

Beritahukan pada anak akan pentingnya sekolah, fungsi dari anak bersekolah dan apa tujuan dari sekolah itu. Hal ini tentunya, bisa dilakukan ketika anda bersama dengan anak memiliki waktu berdua.

Sampaikan hal ini dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Selain itu, buat anak mendengarkan dan tertarik dengan obrolan ini, agar makna dan tujuan anda bisa didapatkan oleh si anak dengan lebih baik.

4. Mengunjungi Sekolah Sebelumnya

Sebelum si anak benar-benar menghadapi hari pertamanya bersekolah. Akan lebih baik jika ibu membawa serta si buah mengunjungi sekolah. Perlihatkan pada anak ruangan-ruangan sekolah dan tempat bermainnya. Hal ini akan memudahkan si anak untuk bisa terbiasa dengan lingkungannya yang baru.

Dalam hal ini, anda bisa membawa serta buah hati anda mengunjungi sekolahnya saat anda harus melakukan registrasi atau pendaftaran ke sekolah sembari memperkenalkan si buah hati dengan lingkungan belajarnya nanti.

5. Perkenalkan Anak Pada Calon Gurunya

Terkadang, sosok seorang guru bisa jadi sosok yang menyeramkan untuk si anak. Hal ini biasanya mereka pelajari dari lingkungan teman-teman yang usianya lebih tua dari si anak, dimana teman-temannya tersebut sudah bersekolah dan seringkali menceritakan tentang sekolah dan bagaimana sikap guru yang galak. Selain itu, umumnya adaptasi anak-anak dari tayangan televisi seolah membuat predikat seorang guru menjadi begitu buruk dibenak si anak.

Nah, untuk menepis segala ketakutan dan kecemaan ini dalam diri anak, maka tidak ada salahnya kenalkan si anak terlebih dahulu pada calon gurunya. Ketika si anak melihat calon gurunya adalah sosok yang ramah, maka segala ketakutan tersebut bisa mereka hilangkan.

Anak-anak yang akan menghadapi hari pertama masuk sekolah seringkali membuat orangtua merasa cemas. Selain itu, kecemasan yang sama pun akan mungkin dihadapi oleh si anak. Untuk itu, atasi segala kecemasan ini dengan mempersiapkan mental dan fisik si anak dengan cara di atas. Semoga tips ini bermanfaat.

Title : Bidanku.com
Description : Bidanku.com Cegah Anak Cedera di Rumah dengan Perhatikan Beberapa Barang Berikut Ini Ketahui Dam...

0 Response to "Bidanku.com"

Posting Komentar